Satrio Wibowo Seorang Anak Muda Pelopor Koperasi Berbasis Digital Memberanikan Dirinya Terjun Ke Dunia Politik

Satrio Wibowo Seorang Anak Muda Pelopor Koperasi Berbasis Digital Memberanikan Dirinya Terjun Ke Dunia Politik

Otoritasnews.co.id, Jakarta – Sebenarnya terjadi rasa kejenuhan dalam berpolitik pada anak muda ini. Banyaknya carut marut, saling menjatuhkan para elit politik satu sama lain sehingga sebagai anak-muda ingin turut berkontribusi pada bangsa ini.

Satrio Wibowo seorang anak muda pelopor koperasi berbasis digital saat dijumpai awak media Otoritasnews.co.id mengatakan bahwa dirinya memberanikan diri mencalonkan menjadi anggota dewan di Jakarta, Kamis (7/3/2019).

Dikatakannya, pemimpin itu tidak hanya mempunyai sebuah jabatan tapi perlu memiliki kekuatan mentalitas, kapasitas dan Integritas.

“Banyaknya kasus kasus yang membuat anak muda ini antipati dengan politik di awali anggota DPRD Malang dengan korupsi berjamaah sebanyak 45 orang, ada juga anggota dewan yang terkena kasus narkoba,”
ucapnya.

“Semua hal tersebut menjadi kegundahan dalam dirinya, saya sebagai warga negara yang sederhana dalam keseharian memberanikan diri untuk mencalonkan diri menjadi anggota dewan dengan ide dan program-program saya yang murni dan menyentuh hati masyarakat,” ujarnya.

Semua proses yang dialami pada dirinya dijalaninya dengan semangat. Latar belakangnya adalah seorang profesional yang tidak ada kaitannya dengan dunia politik namun dirinya justru terjun ke dunia politik.

“Dirinya memberanikan diri mencalonkan dirinya terjun ke dunia politik untuk mengabdikan dan kembali ke masyarakat sebagai bentuk ibadah dalam berpolaitik nantinya mendapat kebaikan untuk umat yg lebih banyak,” ungkapnya.

“Program-program yang akan saya lakukan dan jalankan harus mengapresiasi suara umat itu sendiri, sehingga sebagai anak-anak muda yang ingin turut berkontribusi sebuah bangsa ini,” terangnya.

Menurutnya, Kompetitor para petahana ini, seorang incumbent yang tidak bisa dapat merawat konstituen nya dengan baik. Saya dapati di lapangan masih banyak keluhan setelah mereka menjadi anggota dewan, mereka tidak lagi sesering sebelumnya berkampanye untuk mengunjungi mereka, tidak ada lagi program-program yang menyentuh atau berkesinambungan, sehingga bagi saya para petahana ini sangat riskan, bahkan saya rasa sangat susah sekali untuk dipilih kembali?!.

Indikator nya disini , disaat kita terus mengunjungi masyarakat unyuk bertatap muka dengan para anggota dewannya terdapat akses komunikasi yg nyaman ,mereka dapat upprovetible, mereka berbicara dengan anggota dewan ini.

“Jadi parpol saya ini, Parpol ini dapat terus membawa suara rakyat yang memilih anggota dewan tersebut, jadi dipilih parpol yang benar membawa hak-hak rakyat kecil karena sampai saat ini masih terjadi perbedaan yang sangat luar biasa antara rakyat kecil dengan para elit,” imbuhnya.

Sehingga saya harus punya program yang independen diluar dari Partai Politik nantinya bisa bersinergi yang sifatnya memberikan nilai komunikasi dan kenyamanan para konstituen saya, tentunya publik yang memilih saya, salah satunya dengan program Koperasi berbasis Digital yang memilih wakil rakyat.

Rakyat perlukan akses dana ygPorosjakarta.com, Jakarta. Yang sebenarnya terjadi kejenuhan dalam berpolitik di anak muda ini , karena banyak hiruk pikuk, saling menjatuhkan aparat elit politik satu sama lain .sehingga sebagai anak-anak muda yang ingin turut berkontribusi sebuah bangsa ini.

“Maka untuk memberanikan diri mencalonkan menjadi anggota dewan ,Seorang Anak Muda Satrio Wibowo Pelopor Koperasi yang berbasis Digital sangat langka, ” Ucap Satrio ketika di wawancarai di Jakarta, Kamis (7/3/2019).

Kejadiaannya yang paling terakhir itu adalah pemimpin itu yang dimana tidak hanya sebuah Jabatan tapi perlu dengan Mentalitas, Kapasitas dan Integritas.

Satrio menuturkan ,”Banyak yang kasus kasus yang membuat anak muda ini antipati dengan politik, yang di awali anggota DPRD di Malang, dengan korupsi berjamaah 45 orang, ada lagi anggota dewan yang terkena narkoba”.

“Jadi semua ini menjadi istilah kegundahan di dalam hati saya, sehingga saya sebagai warga negara yang sederhana saya mencoba memberanikan diri untuk mencalonkan Anggota dewan , yg dimana program-program saya ini yang murni program yang menyentuh hati masyarakat , mengalami proses perenungan yang cukup lama karena yang latar belakang saya yang tadinya seorang profesional yang tidak kaitannya dangan politik, namun saya terjun dipolitik, sehingga banyak aspirasi masyarakat yang terus bertanya tanya.

“Kenapa seorang Satrio ini terjun ke dunia politik saya,” memberanikan menjawab itu yah politik untuk mengabdikan dan kembali ke masyarakat dan sebagian sebagai ibadah bagaimana politik itu mendapat kebaikan umat yg lebih banyak”.

Jadi program- program saya, harus mendekati suara umat itu sendiri , karna sejelas nya yang memberikan amanah kepada ke saya , “Insya Allah juga akan amanah untuk meletakan jabatan itu, saya demi suara umat.” Ujarnya.

” Kompetitor menurut saya para petahana ini, seorang incumbent yang tidak bisa dapat merawat konstituen nya dengan baik. Saya dapati di lapangan masih banyak keluhan setelah mereka menjadi anggota dewan, mereka tidak lagi sesering sebelumnya berkampanye untuk mengunjungi mereka, tidak ada lagi program-program yang menyentuh atau berkesinambungan, sehingga bagi saya para petahana ini sangat riskan, bahkan saya rasa sangat susah sekali untuk dipilih kembali”.

Indikator nya disini , disaat kita terus mengunjungi masyarakat bertatap muka dengan para anggota dewannya terdapat akses komunikasi yg nyaman ,mereka dpt upprovetible, mereka berbicara dgn anggota dewan ini.

” Jadi parpol saya ini, Parpol ini dapat terus membawa suara rakyat yg memilih anggota dewan tersebut, jadi dipilih parpol yang benar membawa hak-hak rakyat kecil karna sampai saat ini masih terjadi perbedaan yg sangat luar biasa antara rakyat kecil dengan elit elit politik yg di atas”.

Sehingga saya harus punya program yang independen diluar dari Partai Politik yang bisa bersinergi dan sifatnya memberikan nilai komunikasi dan kenyamanan para konstituen saya, tentunya yang memilih saya.salah satunya dengan program Koperasi berbasis Digital, yang memilih wakil rakyat.

Rakyat ini memerlukan akses dana yang mudah tanpa riba, kita berikan dana program bantuan buat mereka untuk berusaha dimana mereka tidak terbebani modal pokok yang dikembalikan.

Jadi konsep gotong royong ini yg ada di Founding Father kita inilah, yang harus kembalikan, akan kita gerakkan, kita tebarkan semangatnya. Saya yakin ini dapat membantu mereka yang memilih saya,”tutur Satrio KDI sebutan (Koperasi Digital Indonesia).

Jadi Koperasi ini berbasis Digital sehingga anak-anak muda yang ikut rata-rata lebih senior, anak- anak muda biasanya tidak mau ikut Koperasi, makanya saya buat yang berbentuk Digital, sehingga mereka yang bermain dunia Maya. Dengan mudahnya berkonsep secara digital, karena sudah banyak web digital , Video Conference, sehingga koperasi itu ada yang berbentuk system mereka saling bersinergi. Contoh nya, ketika membeli garam di Madura yang lebih murah dan terjangkau karena kerjasama antar Koperasi, dan juga beras dari petani sehingga tercapai sebuah market E- Commerce Koperasi direct buyer yang ada di perkotaan atau di lokasinya.

“100 hari pertama adalah program-program di 5 Kecamatan yang saya wakili kawasan Cilandak, Kebayoran Lama, Kebayoran Baru, Setiabudi dan Pesanggaran pertama adalah gerakan ekonomi kerakyatan yang menyeluruh ditingkat RW, Koperasi tingkat RW bersinergi dengan Tingkat RW yang lain. Kedua adalah program bantuan dana yang berbasis gotong royong yang dimana kita berikan 10 orang jika 1 orang tidak bisa membayar maka yang 9 orang akan menanggung. Koperasi rakyat tidak seperti kredit rakyat yang berbunga namun murni secara syariah tidak memberatkan para peminjam dana tersebut,” jelasnya.

Ada dapil yang menjadi konsen, di dapil ialah kasus tanah yang ada di kampung kirei , Kebayoran Baru, program kerja untuk Advokasi hukum yang tanahnya terzholimi perjuangkan hak-hak oleh Pemerintah, kita terus memperjuangkan kuasa hukum hak mereka di kampung kirei.

Telah banyak caleg kesana telah memberi janji dan terlihat apatis nya, telah lama bertahun-tahun mereka di janjikan. Saya sebagai anggota dewan harus bisa memberikan harapan itu ada, sehingga langkah konkret yang saya lanjutkan. Mereka memberikan surat kuasa untuk maju menangani kasus yang berada di kampung tanah Kirei.

Begitu juga dikampung Leuser kampung Pancasila, terlibat diskusi dengan mereka kasusnya sama dengan PDAM pada masa zaman Pak Ahok dulunya tercipta pak Ahok ingin menggusur Tahun 2016 Kasus mulai di permasalahkan.

Diberikan Ekosistem dimana Ekonomi itu mandiri dengan Visi kita Trisakti dengan kemandirian bidang ekonomi ekosistem berbasis digital kerakyatan ini sangat diperlukan masyarakat.

Visi saya melalui grand design saya kemandirian, Politik, Ekonomi dan Budaya, saya sangat yakin Ekonomi kuat, Politik Kita kuat dan Budaya DKI Jakarta ini harus di rawat dengan baik. kita bisa lihat Kebudayaan Betawi yang makin lama makin hilang, sehingga Kebudayaan- kebudayaan ini bisa kita bentuk,” harap Satrio.

Adanya Kebudayaan Betawi Pencak Silat daerah Lebak Bulus kalau kita olah dengan pendanaan Koperasi kita dapat profit untuk mengolah alat alat keperluan pencak silat sehingga menjadi ciri khas oleh-oleh Betawi.

“Perjuangan untuk menjadi anti riba harus dari diri sendiri, karena konsep anti riba masih melekat di dalam ekonomi dunia, melalui sembako murah lah yang saling bergotong royong untuk merubah sistem ekonomi yang anti riba,” tutupnya. (Guffe)