Pengakuan Jandi: Beasiswa Petronas Merubah Hidupnya

Pengakuan Jandi: Beasiswa Petronas Merubah Hidupnya

Kabartoday, Jakarta – Cerita mengenai pengalaman, kesan-kesan, kenangan dan juga tantangan yang dihadapi di tahun-tahun menjalani program beasiswa PETRONAS angkatan kedua ini mengalir lancar dalam perbincangan selama hampir 2,5 jam.

PETRONAS memulai program pemberian beasiswa untuk para lulusan Sekolah Menengah Atas pada tahun 2003. Jandi yang saat itu baru saja lulus dari sebuah SMA terbaik dan baru saja diterima di salah satu Universitas Negri terbaik juga di Surabaya memutuskan untuk menggunakan kesempatan beasiswa UTP guna melanjutkan pendidikannya.

Jandi yang dilahirkan di Jakarta, dan berasal dari keluarga tidak mampu ini dibesarkan oleh orangtua angkat dengan penuh haru dan penuh semangat. Berbagi pengalaman hidupnya yang berliku-liku, hingga bagaimana akhirnya ia berhasil merubah mindset dari ‘mencari uang untuk hidup’ menjadi ‘belajar yang benar sampai akhirnya mendapatkan nilai bagus untuk sukses.’

Dengan dukungan keluarga, terutama ibu dan ayah kandungnya, Jandi merasa telah membuat keputusan terbaik dalam hidupnya untuk memilih beasiswa UTP PETRONAS.

“Beasiswa dari PETRONAS membuka jalan untuk saya maju dan berkembang, dimana di masa pendidikan yang saya rasakan telah mengukir banyak hal. Saya juga diberikan kesempatan untuk memperlancar Bahasa Inggris sebagai Bahasa sehari-hari yang digunakan dalam belajar dan berkomunikasi. “

Cerita Jandi.

Dengan mengikuti berbagai kegiatan domestik dan internasional, dimana salah satunya adalah lomba debat internasional, merupakan langkah terbaiknya untuk mengikuti kesempatan ke luar Negri selama mendalami beasiswa dan mengikuti kegiatan UTP.

Salah satu program unggulan PETRONAS yang Jandi rasakan adalah program prakterk kerja di semester terakhir. Kesempatan magang di salah satu Perusahaan dan fokus untuk belajar bagaimana rasanya menjadi karyawan menjadi spirit Jandi.

Tujuan utama pemberian beasiswa UTP ini kata Jandi adalah menyiapkan lulusan mahasiswa siap kerja, melalui sistem dan praktek pendidikan yang hebat.

Keunggulan lain UTP yang Jandi rasa sangat bermanfaat adalah lengkapnya buku-buku penunjang proses belajar mengajar yang tersedia dan dapat dipinjam dari perpusatakaan kampus, dimana dosen pembimbing mereka juga secara konsisten memberikan waktu dan dukungan penuh untuk berdiskusi dan bertukar pikiran.

Lulus dari UTP, Jandi yang telah menyelesaikan program S1 nya dalam waktu 3,5 tahun di bidang IT ini sempat mendapatan penghargaan emas di TBA.

Kemudian Jandi memutuskan untuk memulai karir nya di salah satu Perusahaan servis kontraktor Minyak dan Gas bumi besar di Malaysia selama delapan tahun.

Karir dan promosi jabatan terus mengalir kepada dirinya, sampai akhirnya Jandi memutuskan menikah dan dikaruniai 3 orang anak.

Berjalannya waktu, Jandi memutuskan untuk membangun bisnisnya sendiri. Dengan menggandeng salah satu sahabat SMA nya, Jandi memulai Perusahaan pertamanya yang bergerak di bidang property, lalu membuka Perusahaan baru di dunia IT dan digital.

Bisnis dibidang IT dan digital inilah Jandi kemudian bekerjasama dengan pihak Rusia untuk mengembangkan salah satu sistem dengan menggunakan alat bantu drone dan laser yang di datangkan langsung dari Amerika dan Rusia.

Selanjutnya, Jandi juga memulai usaha di bidang sistem database di dunia Minyak dan Gas Bumi. Sistem ini menawarkan suatu metode pencarian dan pengumpulan data dengan menggunakan satelit dimana pemakaian alat dan metode itu sangat efisien dalam mengurangi waktu pengerjaan seismic, dari sekitar 3 tahun menjadi 6 bulan saja. Bahkan mampu mengurangi biaya sekitar 40% dari biaya yang sudah di anggarkan untuk pekerjaan yang sama.(Bbg)