Hilangkan Budaya Korup dan Lamban

Hilangkan Budaya Korup dan Lamban

Jakarta, Koranpelia.com – Tak lama lagi akan hadir anggota DPRD DKI periode 2019-2024 dari berbagai latar belakang parpol untuk menghiasi kebon sirih. Tentu gaya dan leadership yang berbeda pula tak terkecuali Satrio Wibowo yang mewakili Dapil VII No 10 melalui PDIP (Cilandak, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Pesanggrahan dan Setiabudi ) untuk DPRD DKI Jakarta periode 2019- 2024).Berencana akan merubah gaya politik yang berbeda.Benarkah?

“Saya punya visi Jakarta perlu Anak Muda yang Berani Baik Untuk Jakarta, Berani bongkar cara yang lamban dan korup! Berani bongkar mental zona nyaman, Berani efisient ama anggaran DKI Jakarta,” ujar Satrio Wibowo penggagas Koperasi Digital Indonesia (KDI).Seperti release yang diterima redaksi KORANPELITA.COM, kamis (04/04/2019) di Jakarta.

Kondisi politik di Indonesia yang carut marut membuat Satrio muncul niat baiknya untuk berpartisipasi di legislatif dengan harapan memperjuangakan wong cilik.Tak pelak kehidupan di mulai dari berakhirnya Zona Nyaman; ini Alasan saya siap menjadi “Agent of Change” di lingkungan legislatif.

“Saya yakin anda sepakat dengan adanya sebagian anggota legislatif , birokrat yang tampangnya feodal, seneng di layanin ketimbang melayani, lebih suka ngerepotin, buat kegiatan tapi ngga ada impact, akhirnya banyak anggaran yang boros dan ngga selesai-selesai tuh project,” tegasnya.

Menurut Satrio dirinya akan merubah ekspektasi anggota dewan yang semakin merosot di depan publik.

“Kita akan kembalikan rasa frustasi warga dengan kerja nyata,” urainya.

Dikatakan Satrio dukungan publik untuk cita-cita mulia menjadi harga mati menata Ibu Kota Jakarta yang lebih bersih dari korupsi dan berintegritas.

“Saya perlu bantuan dari kalian Warga DKI yang kritis, aktif dan peduli ama kota Kita , Kita buktikan masih ada anak muda menjadi role model politisi yang bersih, baik, prosefional, transparant pada masyrakat dan Jakarta, terlebih politisi bukan image yang negatif, seperti sekarang ini yang terjadi; belum lagi yang terjadi di anggota dewan Malang – semua koruptor bersama-sama,” ungkapnya.

Satrio berharap dalam pemilu serentak 17 April 2019 masyarakat Jakarta harus cerdas dan sesuai hati nuraninya dalam memilih wakilnya di DPRD DKI Jakarta.

“Sepaham ama saya , yakin dukungan kalian buat saya, ngebuat saya bisa berperan menjadi anggota dewan yang muncul dengan terobosan ( breaktrough ) yang lain daripada yang lain,” tandasnya.

Alhasil Yuk! Kita buat berhasil membongkar constraint senator birokrasi di Jakarta! Mari jadi bagian dari perubahan menuju yang baik, dengan niat dan tujuan yang baik maka gw memilih “Berani Baik Untuk Jakarta ” untuk Kemajuan Jakarta!.(han)