Category: Berita

Satrio Dan Warga Murni Berjuang Dan Kerja Ikhlas Demi Kampung Kirai

Satrio Dan Warga Murni Berjuang Dan Kerja Ikhlas Demi Kampung Kirai

Makroindonesia,Jakarta. Dalam kunjungam silahturahmi kepada warga Satrio Wibowo politisi muda dari PDIPerjuangan yang peduli kepada warga yang tertindas didampingi pembina Forum Komunikasi Warga Bersatu (FKWB) Arief Rachman dan Santoso, dan sejumlah warga tampak serius mendengarkan keluhan warga di RT 11/01. Sesekali tangannya mencatat keluhan warga pada secarik kertas. Kamis pekan lalu.

Dalam kepeduliannya Satrio murni berjuang dan kerja ikhas untuk mendampingi Warga Cipete Utara mendapatkan haknya. Kata Satrio, seharusnya pemerintah daerah Jakarta Selatan dan instansi terkait memprioritaskan hak-hak warganya,” ujar Satrio di Cipete, Jakarta Selatan, 2/4/19.

Kasus yang mendera ratusan Warga Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan untuk mendapatkan Sertifikat Hak Milik atas lahan seluas 5,4 hektar yang telah dihuni sejak 1960 masih terkendala.

Meskipun perjuangan Warga Cipete Utara khususnya yang bermukim di Jalan Kirai, telah sampai pada pengukuran atas lahan oleh Badan Pertanahan Negara (BPN) Jakarta Selatan melalui Program Terpadu Sertifikasi Paham (PTSL) tidak kunjung ramping.

“kami dari awal memiliki sikap, dukungan kepada warga atas klaim sepihak dari PT Bintang Dharmawangsa Perkasa yang mengaku memiliki SHM 10 dan 11 atas lagan di Cipete Utara ini. Sehingga diharapkan negara/pemerintah hadir untuk membantu warga dalam rangka meningkatkan kesejahteraan serta adanya kepastian hukum,” ujar Satrio

Satrio bertekat akan mencarikan solusi yang terbaik buat warga Cipete Utara. Dalam perjuangannya mendapatkan serifikat yang menjadi hanya. Serta akan mengusut tuntas siapa di balik PT Bintang Dharmawangsa Perkasa yang menjadi penghalang atas penerbitan sertifikat tersebut. Bahkan instansi terkait sekolah enggan bila berhadapan dengan PT Bintang Dharmawangsa Perkasa.

Saya mencatat secara langsung apa saja permasalahan bapak ibu selama ini, bersama penasehat hukum yang adalah abang kandung saya akan berupaya dan mengawal perjuangan warga Cipete Utara.” janji Agus.

Hal serupa diucapkan warga lain, Santoso. Dirinya terancam digusur karena tidak memiliki sertifikat tanah. Pria bersama istri dan tiga anaknya ini mengatakan, dirinya hanya memiliki surat dan surat jual beli tanah yang meruakan warisan orang tuanya

“Padahal saya patuh bayar pajak. Warga lain sudah ada yang dijual tanahnya kepada PT Bintang, tapi nasibmya jadi menderita, nanti kalo rumah saya akan digusur bisa runyam keluarga saya,” pungkas Santoso

(Son/makroindonesia.com)

Satrio Wibowo Perjuangkan Warga Cipete Utara Demi Raih Sertifikat Tanahnya

Satrio Wibowo Perjuangkan Warga Cipete Utara Demi Raih Sertifikat Tanahnya

JAKARTA – Kasus yang mendera ratusan Warga Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan untuk mendapatkan Sertifikat Hak Milik atas lahan seluas 5,4 hektar yang telah dihuni sejak 1960 masih terkendala.

Meskipun perjuangan Warga Cipete Utara khususnya yang bermukim di Jalan Kirai, telah sampai pada pengukuran atas lahan oleh Badan Pertanahan Negara (BPN) Jakarta Selatan melalui Program Terpadu Sertifikasi Laham (PTSL) tidak kunjung rampung.

Dalam kunjungam silahturahmi kepada warga Satrio Wibowo politisi muda dari PDIPerjuangan yang peduli kepada warga yang tertindas didampingi pembina Forum Komunikasi Warga Bersatu (FKWB) Arief Achmadi dan Santoso, dengan sejumlah warga tampak serius mendengarkan keluhan warga di RT 11/01. Sesekali tangannya mencatat keluhan warga pada secarik kertas. Kamis pekan lalu.

Satrio menegaskan, kepeduliannya murni kerja ikhas untuk mendampingi Warga Cipete Utara mendapatkan haknya. Kata Satrio, seharusnya pemerintah daerah Jakarta Selatan dan instansi terkait memprioritaskan hak-hak warganya.

“Saya dari awal memiliki sikap, dukungan kepada warga atas klaim sepihak dari PT Bintang Dharmawangsa Perkasa yang mengaku memiliki SHM 10 dan 11 atas lagan di Cipete Utara ini. Sehingga diharapkan negara/pemerintah hadir untuk membantu warga dalam rangka meningkatkan kesejahteraan serta adanya kepastian hukum,” ujar Satrio

Hal serupa diucapkan warga lain, Santoso. Dirinya terancam digusur karena tidak memiliki sertifikat tanah. Pria bersama istri dan tiga anaknya ini mengatakan, dirinya hanya memiliki surat dan surat jual beli tanah yang meruakan warisan orang tuanya

“Padahal saya patuh bayar pajak. Warga lain sudah ada yang dijual tanahnya kepada PT Bintang, tapi nasibmya jadi menderita, nanti kalo rumah saya akan digusur bisa runyam keluarga saya,” ucap Santoso

Satrio bertekat akan mencarikan solusi yang terbaik buat warga Cipete Utara. Dalam perjuangannya mendapatkan serifikat yang menjadi hanya. Serta akan mengusut tuntas siapa di balik PT Bintang Dharmawangsa Perkasa yang menjadi penghalang atas penerbitan sertifikat tersebut. Bahkan instansi terkait sekolah enggan bila berhadapan dengan PT Bintang Dharmawangsa Perkasa.

“Saya mencatat secara langsung apa saja permasalahan bapak ibu selama ini, bersama penasehat hukum yang adalah abang kandung saya akan berupaya dan mengawal perjuangan warga Cipete Utara.” janji Satrio. (Jay)

Pelopor Koperasi Digital Indonesia, Bertekad Kikis Sistem Riba di Umat

Pelopor Koperasi Digital Indonesia, Bertekad Kikis Sistem Riba di Umat

Derasnews, Jakarta- Setelah melakukan perenungan cukup lama, pemuda yang smart serta cerdas, Satrio Wibowo bertekad membentuk Koperasi yang berbasis digital dengan nama Koperasi Digital Indonesia (KDI).

“Program koperasi yang berbasis digital diharapkan dapat mendukung ekonomi rakyat, apalagi mereka sangat memerlukan akses dana yang mudah untuk dapat dimanfaatkan berusaha, dimana dalam hal ini tidak dibebani untuk mengembalikan dana pokok dan tanpa riba” kata Satrio saat berbincang dengan awak media di Jakarta, Kamis 7/3/19 yang pernah tinggal, kuliah dan bekerja selama 6 tahun di Malaysia memutuskan pulang ke tanah air.

KDI konsepnya dengan bergotong royong sehingga saling membantu yang mampu kepada yang tidak mampu.

“Gotong Royong yang sudah di lahirkan oleh Founding Father kita yang harus kita gerak dan kibarkan semangatnya, saya yakin dapat membantu masyarakat, kita harapkan kedepan ada wadah dan flat porm yang jelas” harap Satrio yang lahir tahun 1986 juga keluarganya religius.

Satrio Wibowo dengan produk sembako KDI nya

Penghargaan dari Kemenkominfo diraih oleh anak muda ini terkait kiprahnya koperasi berbasis digital ini, terlebih sistem riba sudah sangat masif dibidang perekonomian khususnya di tanah air yang sangat dikhawatirkanya.

“Saya saja perlu bertahun tahun untuk melepaskan dan tidak serta merta bisa langsung terlepas dari riba, karena sisi perekonomian kita sudah melekat bahkan perbankan kita banyak menerapkan riba. Kita berharap dengan KDI ini, anak-anak muda yang eksis di dunia maya yang tadinya tidak suka dengan koperasi bisa ikut berselancar di koperasi digital ini” ungkap Satrio Wibowo yang sering di panggil orang juga Kontes Dangdut Indonesia terkait KDI nya, bertekat nanti bisa jadi pengambil kebijakan (anggota dewan).

Terkait dengan tahun politik ini, Satrio berharap yang ikut dalam konstelasi politik, agar politik di jadikan untuk pengabdian kembali ke masyarakat dan sebuah ibadah, bagaimana politik itu kita ciptakan manfaat yang lebih banyak dengan program mendekati umat, insha Allah amanah’ pungkas Satrio Wibowo.

Koperasi Digital Indonesia ini manfaatnya sesama anggota bisa bersinergi, contoh, kita bisa langsung membeli garam di Madura tanpa lagi melalui tengkulak, anggota juga bisa melaksanakan rapat anggota berbasis digital, web seminar dan video confrence. Semoga bisa terwujud perjuangan Satrio Wibowo. Drz

Deklarasi Braja Satrio Untuk Melestarikan Budaya Agar Mendunia

Deklarasi Braja Satrio Untuk Melestarikan Budaya Agar Mendunia

Otoritasnews.co.id, Jakarta – Braja Satrio muncul dari kegelisahan tentang sebuah kebudayaan yang ada di Betawi yang ternyata selama ini Budaya Betawi tersebut tersingkirkan mulai diluar Jakarta.

Kita tahu sama tahu Budaya Betawi ini sekarang mulai sulit yang ada di Jakarta. Seperti kita ketahui hanya ada beberapa tempat yang masih menampilkan budaya Betawi seperti di Situ Babakan, Marunda, Kemayoran, Tanah Abang, condet dan tempat lainnya disekitar Jakarta.

Satrio Wibowo mengungkapkan bahwa ini yang menjadi concern ataupun kegelisahan sehingga Satrio ingin membentuk gerakan Yayasan Braja Satrio. Gerakan Satrio ini berupa kuliner, bela diri Pencak Silat, tarian, musik dan lagu Betawi. Ini dilakukan agar anak anak milenial bisa kita buat lebih tertarik akan budaya Betawi sehingga kebudayaan Betawi ini bisa menjadi tren dan memiliki rasa kebanggaan untuk melestarikan kebudayaan Betawi, ucapnya saat di jumpai di kantor BMI kemarin sore.

Satrio Wibowo lebih lanjut mengatakan, Dengan concern saya di PDIP mengikuti founding Father kita Bung Karno sebagai pesannya dengan ideologi Pancasila dan mengikuti Trilogi Trisakti yang berdikari dibidang Ekomomi kita harus mandiri secara ekonomi kesejahteraan, budaya yang nantinya bisa jadi kebanggan menjadi industri rumah tangga dan politik kita harus kuat.

Dari sinilah semoga yayasan Braja Satrio ini bisa memajukan di sisi budayanya. Taglinenya adalah Centeng Budaya Betawi. Centeng disini bukanlah diartikan jagoan tapi adalah menjaga, kalianlah yang menjadi pendekar-pendekar yang menjaga kebudayaan Betawi yang selama ini masih tinggal di Jakarta sudah sewajarnya walaupun dari daerah manapun berasal untuk mendorong budaya tersebut.

Jokowi adalah seorang pekerja keras yang cinta damai, cinta rakyat, jujur, tulus, tegas, berpengalaman dan ada bukti nyatanya, keluarga bahagia, meletakkan jabatan, gak menjadi lawan, anti korupsi, konsisten. Hal inilah yang patut kita dukung.

Kehadiran kita hari ini mengajak semua untuk bergabung di Braja Satrio. Yang pertama paling penting adalah niat positif kita semua. Ini bukanlah gerakan politik tapi gerakan kebudayaan. Braja Satrio adalah gerakan kebudayaan, kami ingin mendukung 01.

Kegelisihan ini karena kami melihat kebudayaan Betawi ini berangsur angsur hilang. Seperti anak kita memilih beladiri diluar pencak silat, makanan luar selain makanan Betawi, Budaya luar selain budaya Betawi.

Jadi kita bisa membentuk kegiatan ektra kulikuker disekolah sekolah seperti pencak silat. Ini yang akan saya perjuangkan nanti di anggota dewan untuk membuat peraturan mendukung pelestarian budaya Betawi yang SK nya sudah ada yang tinggal kita eksekusikan bagaimana tiap sekolah ada program pendidikan Betawi di Ekskulnya sehingga budaya Betawi ada juga food kuliner Betawi untuk pariwisata.

Kita harus membuat anggaran yang bisa diserap warga Betawi sehingga ada pelatihan khusus seperti pelatihan gambang kromong, drama Betawi, Pencak Silat. Selama ini dikampung- kampung mereka sangat mandiri dalam membuat sendiri latihan dilapangan sendiri. Dalam hal ini seharusnya pemerintah mendukukung dalam sarana prasarananya secara maksimal sehingga kegelisihan muncul.

Kita berinisiasi membentuk yayasan Braja Satrio yang independen dan non profit oriented tapi murni untuk kebudayaan.

Ini dilakukan tidak hanya di Jakarta saja tapi satu Nsantara akan kami kunjungi sebagai sebuah misi kebudayaan yang turunan dari trisakti Bung Karno dari sisi budayanya. Jadi ini akan menjaga nilai trisakti poin budaya.

Untuk kebudayaan kita harus kulonuwon dulu dengan politik santun siapa seniman di wilayah tersebut kita berkunjung untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan ini.

Ini lebih kedukungan para seniman dan jawara se Jabodetabek mendukung 01 untuk mempersatukan masalah bangsa kita saat ini. Masalah bangsa kita saat ini adalah budaya kita terganggu, ada sekelompok orang tertentu memanfaatkan golongan tertentu untuk merebut kekuaasaan sehingga kami menjadi benteng budaya tersebut untuk kenjaga NKRI ini.

Braja Satrio adalah gerakan kebudayaan, kami ingin mendukung 01. Kegelisihan ini karena kami melihat kebudayaan Betawi ini berangsur angsur hilang. Seperti anak kita memilih beladiri diluar pencak silat, makanan luar selain makanan Betawi, Budaya luar selain

Kami berharap budaya ini menjadi pemersatu bangsa Indonesia sehingga program Jokowi selama ini yang sudah bagus di pendidikan bisa dilebarkan disisi budayanya. Para pemangku budaya, seniman, jawara ini agar diperhatikan kesejahteraannya.

Jadi kita nanti banyak mengharapkan pemerintah mendapatkan bantuan dari Unicef PBB, WB ke yayasan kerja Braja Satrio sehingga dapat mengelola dana terebut untuk Budaya Indonesia ini utuh benar benar budaya.

Tujuan Braja Satrio ini tidak hanya di Infonesia saja, nantinya bisa Go International yang akan mempercepat ataupun memperkaya kebudayaan ini menjadi sebuah kekayaan kita yang harus bangga bisa tampil di theatre di Germany, KBRI Denmark, dan dunia lainnya. Para budaya ini kita satukan dengan Anggatan Kemendikbud, CSR, Pemda sehingga mereka dapat fokus melestarikannya.

Bukannya kita menakut nakuti dengan lambangnya yang menakutkan tapi tujuannya baik. Intinya jangan ganggu kami, kami ingin menjaga budaya. Kita tegas dalam budaya jangan sampai budaya disisipi oleh orang-orang yang menginginkan kekuasaan. Ini sebagai garis terdepan budaya Indonesia dan ini budaya Nusantara.

Logo Braja Satrio digambarkan dengan burung gagak, kalau ada kematian burung gagak ini sebagai tanda agar kita selalu ingat kematian dan selalu bersyukur dan terimakasih apa yang sudah Allah berikan. Tengkorak sebagai nyawa manusia, Ajal kapan menjemput tidak ada yang tahu sehingga kita menjadi insan yang sholeh, baik dan berbudi mulia. Pita adalah simbol persaudaraan, saling membantu yang lemah dan perlu pertolongan.

Braja Satrio ini awalnya bernama sambung nyowo karena dia seorang raja dan juga seorang prajurit yang satria. Braja ini sebagai keamanan, yang di amankan disini adalah budaya yang turunan dari tri sakti. Dari lambang ini dibungkus menjadi tameng yang menjadi perisai.

Deklarasi ini, kita ingin berikan dukungan pada orang baik yaitu bapak Jokowi dan Ma’ruf Amin. Yayasan Braja Satrio ini kiblatnya ke Jokowi yang tulus dan baik.

Pernyataan sikap deklarasi Braja Satrio: Bismillahirrohmanirrohiim. Atas berkat rahmat Allah Subhanahu Wata’ala Kami para Braja Satrio yang tergabung dalam limapuluh sanggar seniman, jawara se Jabodetabek menyatakan mendukung penuh bapak Ir. H. Joko Widodo dan K.H. Ma’ruf Amin untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia tahun 2019-2024 demi terpeliharanya NKRI harga mati yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Jokowi sekali lagi. Jokowi Ma’ruf Amin untuk Indonesia lebih maju.

Pak Wari akan membawa bendera Braja Satrio keliling Nusantara yang diawali di candi Borobudur Blitar Surabaya sebagai sebuah kebanggaan dengan niat baik dan ikhkas.(Guffe)

Alumni SMP 12 untuk Satrio Wibowo

Alumni SMP 12 untuk Satrio Wibowo

Jakarta, Koranpelita.com – Satu lagi datang gerakan dukungan dari Komunitas Alumni SMP 12 lintas angkatan untuk paslon 01.Tak tertutup kemungkinan muaranya juga untuk Satrio Wibowo Caleg DPRD DKI Dapil VII No Urut 10 (Cilandak, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Pesanggrahan dan Setiabudi) Partai PDIP.

Anehnya 90 persen dukung Paslon 01, diketahui Sandiaga Uno yang notabenenya alumni SMP 12.

Benarkah?

“Gerakan Satrio ini adalah gerakan untuk membantu Satrio sebagai caleg pendukung 01 dimana gerakan ini murni dari para alumni SMPN 12 lintas angkatan. Totalitasnya kita selalu mengadakan gerakan-gerakan dimana dilokasi tersebut kekuatan 01,” ujar Chandra selaku Ketua Panitia Alumni SMPN 12 Jakarta ‘angkatan 84 kepada KORANPELITA.COM, pada Minggu (07/04/2019)

Menurut Chandra selama ini kegiatan/ kampanye untuk 01 selalu dibasis paslon 02, awalnya kehadiran kita dianggap ancaman bagi mereka karena masuk dengan santun dan mensosialisasikan kinerja Presiden Jokowi.Alhasil berbuah manis.

“Kita berani mendobrak 02, kita menjelaskan bagaimana karakter Jokowi yang selalu dibuli, dihina, difitnah disitulah kita masuk dengan responnya warga Alhamdulillah cukup baik. Ini adalah kegiatan kita yang ketiga yang diadakan dengan hati nurani yang pertama di Pejaten Timur, Kedua di Pejaten Barat dan ketiga disini di Pulo Raya belakang Kantor Walikota Jakarta Selatan,” tuturnya.

Lebih lanjut Chandra mengatakan agar pemilu berjalan lancar dan negara bertambah maju diharapkan warga jangan golput.

“Sekarang ini kita menjaga supaya yang terdaftar di Pemilu tidak banyak yang golput. Saya menghimbau dan mengajak kepada para milenial supaya tidak golput dan memberikan suaranya kepada 01 kalau negara ini ingin maju,” urainya.

Seperti diketahui Chandra mengajukan rekomendasi kepada Satrio Wibowo jika terpilih nanti duduk di kebon sirih harus bisa memegang amanah warga Jakarta dengan baik.

“Tepati janji janji, jangan seperti yang sudah hanya umbar janji-janji. Saya minta kejujurannya Satrio Wibowo yang diutamakan, utamakan rakyat kecil, laksanakan janji yang tepat,” tegasnya.

Ditempat yang sama Lita Soewardi yang juga Bendahara Umum Alumni SMPN 12 Jakarta mengatakan, Satrio ini termasuk adik kita, saya merasa sebagai seniornya wajarlah kita membackupnya untuk maju. Teramat sangat bangga anak muda seperti dirinya bisa menujukkan identitasnya berani untuk tampil bahwa dia ingin menjadi bagian dari pemerintahan ini untuk memajukan tunas bangsa.

“Saya berharap sekali bahwa adik Satrio ini memang benar-benar bisa menepati janjinya untuk bisa menjadi bagian dari pemerintahan ini memajukan generasi muda.

Sejauh ini karena jaraknya jauh akan tahun kelulusannya, belum terlihat karena adik Satrio sewaktu di SMP kita sudah di SMA apa yang dilakukannya untuk andil dalam memajukan generasi muda ini,” terangnya.

Tak hanya itu tambah Lita dengan hal ini paling tidak kita tahu dia sudah memiliki niat baik. Niat baik saja sudah dicatat Allahurabb, semoga hal ini terpatri dalam hatinya untuk tidak ingkar janji.

“Sejauh ini seluruh angkatan alumni SMPN 12 lintas Angkatan, Alhamdulillah saat deklarasi yang tadinya kita perkirakan kisaran 300an yang hadir ternyata lebih dari 500 yang hadir. “Itu merupakan suatu kebanggan tersendiri bahwa apa yang kita kerjakan untuk membackup ataupun mensupport dukungan kita pada paslon 01 itu ternyata bisa di apresiasi oleh teman teman alumni yang lain,” imbuhnya.

Dikatakan Lita deklarasi yang kita lakukan tidak hanya bersifat seremonial belaka tapi lebih konkrit dan real.

“Kita tidak hanya sekedar deklarasi saja dengan sorak sorai suara saja tapi what the next apa yang harus kita lakukan berikutnya, salah satu contohnya adalah mungkin kami termasuk yang militan yang bisa grass road setia saat bahkan malampun saya kerjakan yang ada di video-video saya,” urainya.

Gerakan ini tambah Lita murni gerakan dari hati nurani para alumni untuk mendukung caleg muda yang punya visioner dan program mumpuni.

“Buat saya, bukan kami ingin menjadi sesuatu atau mengharapkan sesuatu, murni ini dari hati kami yang ingin membackup dan pilih orang benar, santun, amanah, beriman sesuai dengan keimanannya. Bukan orang yang memiliki iman tapi dia bohong dengan keimanannya,” terangnya.

Dikatakan Lita bahwa Adik Satrio kualitas dan kapabilitasnya sudah jelas, semoga menjadi insan yang amanah yang bersinergi dengan paslon 01.
Tujuan kita, Visi Misi kita terutama bagaimana kita mensuport 01, tapi disamping 01 dibawahnya ada caleg yang salah satunya adik kita Satrio Wibowo.Kita berharap sekali adik Satrio ini benar benar jadi pribadi yang amanah yang sesuai dengan komitmennya, itu nanti akan kelihatan sejalan dengan waktu yang akan membuktikan,” urainya.

Menurut Lita, Satrio bisa meniru gaya kepemimpinan Jokowi terbukti 4,5 tahun beliau memimpin memberikan bukti nyata dengan hasil kerjanya, kerja… kerja… kerja.

“Saya yakin Pak Jokowi adalah orang baik dan harus kita dukung dengan anggota dewan parlemen yang baik sehingga Pak Jokowi tidak tersandra. Kalau parlemen ini tidk diisi oleh partai pendukung Pak Jokowi maka akan tersandra,” terangnya.

Sementara itu Satrio Wibowo merespon dengan baik atas dukungan alumni SMP 12, saya menyambut baik dukungan yang diamanahkan kepada saya, Insya Allah amanah ini saya dengarkan dan akan saya perjuangkan aspirasi ini di dewan. Yang tadi dengan amanah yaitu yang namanya pemimpin harus muncul dari lambung rakyat yang tidak bisa di ujug-ujug pilih Satrio itu tidak bisa. Fikiran, hati dan ucapan itu harus satu nafas.Indonesia ini dimiskinkan oleh sistem.

“Misalkan, Jika sistem ini mau menjual monas dengan ketuk palu di DPR monaspun akan terjual. Sehingga saya rasa diperlukan anggota dewan yang amanah, yang namanya wakil rakyat mulai dari baju, celana, rumah dinas, kendaraan dinas semuanya itu dari rakyat,” ungkapnya.

Dikatakan Satrio sejujurnya kami ini adalah pelayan masyarakat, wakil dari rakyat.Strategi sekarang saya lakukan adalah sesuai dengan arahan Jokowi untuk blusukan ke kampung kampung menjelaskan hoax yang beredar dan jokowi terus difitnahkepada Jokowi, kita jelaskan bagaimana sosialisasi pencoblosan.

“Karena masih banyak di gras road itu masih tidak tahu surat suara warnanya seperti apa, pilpres warna surat suaranya seperti apa. Ini yang harus terus kita jelaskan disamping intimidasi, ketakutan bahwa ke mau TPS itu terjadi intimidasi. Kita harus memberi keyakinan bahwa Indonesia ini sudah merdeka, sudah menjadi sebuah hak bagi warga negara untuk menjalankan proses demokrasi ini,” imbuhnya.

Satrio menambahkan ini adalah pesta demokrasi, politik santun, poilitik riang gembira dan saya sangat apresiasi sekali alumni SMPN 12 ’84’01 ini membentuk sebuah olahraga yang sangat disentuh oleh milenial. Karena sejujurnya politik inilah berpesta, politik itu kita bergembira.

Disini kita berolahraga adalah mental sportifitas, kalah menang kita tetap menjunjung tinggi sportifitas sehingga tidak ada lagi yang namanya fitnah kepada Pak Jokowi ini yang saya harapkan.

“Semoga dengan kegiatan seperti ini para milenial itu bersatu dan bisa melihat hati nurani bahwa kami dari alumni SMPN 12 ini adalah seorang pekerja, pengusaha, para profesional, para ahli. Dan kami turun disini sebagai relawan yang mendukug Jokowi, karena beliau orang baik, bekerja hanya untuk keahlian dan kesejahteraan rakyat, dengan programnya yang jelas, dan inilah hijrah untuk Indonesia maju,” ungkapnya.

Dijelaskan Satrio, Jokowi sudah invest dengan infratruktur yang cukup luas dan juga cukup banyak. Periode kedua ini akan investasi di SDM. Infratruktur belum ada maka ekonomi disebuah wilayah itu tidak akan berjalan dengan baik.

Periode kedua ini sama sama mendukung Jokowi dengan Indonesia Maju visinya karena SDM ini dikunci utamanya yang nantinya bakal banyak investasi jutaan dollar di SDM.

“Saya yakin sekali langkahnya sudah benar tinggal kita dukung semuanya bersatu untuk memilih 01,”tuturnya.

Diharapkan Satrio tanggungjawab kita sebagai warga DKI Jakarta adalah kita harus menjelaskan berita hoax terciptanya di DKI Jakarta karena ini pengaruh dari pilkada sebelumnya bahwa agama Islam ini dikotak-kotakkan sehingga kita perlu tim tim militan seperti senior senior para alumni di SMPN 12 ini.

Mereka bergerak dengan hati. Kalau hati sudah bergerak jasadpun bergerak karena mereka melihat kebenaran sehingga berita hoax itulah yang muncul di DKI Jakarta. Orang orang grass road yang termakan isu agama karena mereka termakan dari jaman pilkada sehingga mereka ketakutan.

“Kita ini politisi yang bergembira, bukan politik menggunakan agama dengan ancaman, jual agama sehingga warga takut untuk memilih. Oleh karena itu kami muncul di grass road, sehingga rakyat memunculkan dirinya. Terbukti saat kami ke gang-gang mereka minta baju Jokowi dengan antusias sehingga kita terenyuh hatinya dan segera turun sampai minggu tenang sesuai aturan dan berdoa untuk Indonesia maju dan pilih yang terbukti,” tandasnya (han)