Alumni SMP 12 untuk Satrio Wibowo

Alumni SMP 12 untuk Satrio Wibowo

Jakarta, Koranpelita.com – Satu lagi datang gerakan dukungan dari Komunitas Alumni SMP 12 lintas angkatan untuk paslon 01.Tak tertutup kemungkinan muaranya juga untuk Satrio Wibowo Caleg DPRD DKI Dapil VII No Urut 10 (Cilandak, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Pesanggrahan dan Setiabudi) Partai PDIP.

Anehnya 90 persen dukung Paslon 01, diketahui Sandiaga Uno yang notabenenya alumni SMP 12.

Benarkah?

“Gerakan Satrio ini adalah gerakan untuk membantu Satrio sebagai caleg pendukung 01 dimana gerakan ini murni dari para alumni SMPN 12 lintas angkatan. Totalitasnya kita selalu mengadakan gerakan-gerakan dimana dilokasi tersebut kekuatan 01,” ujar Chandra selaku Ketua Panitia Alumni SMPN 12 Jakarta ‘angkatan 84 kepada KORANPELITA.COM, pada Minggu (07/04/2019)

Menurut Chandra selama ini kegiatan/ kampanye untuk 01 selalu dibasis paslon 02, awalnya kehadiran kita dianggap ancaman bagi mereka karena masuk dengan santun dan mensosialisasikan kinerja Presiden Jokowi.Alhasil berbuah manis.

“Kita berani mendobrak 02, kita menjelaskan bagaimana karakter Jokowi yang selalu dibuli, dihina, difitnah disitulah kita masuk dengan responnya warga Alhamdulillah cukup baik. Ini adalah kegiatan kita yang ketiga yang diadakan dengan hati nurani yang pertama di Pejaten Timur, Kedua di Pejaten Barat dan ketiga disini di Pulo Raya belakang Kantor Walikota Jakarta Selatan,” tuturnya.

Lebih lanjut Chandra mengatakan agar pemilu berjalan lancar dan negara bertambah maju diharapkan warga jangan golput.

“Sekarang ini kita menjaga supaya yang terdaftar di Pemilu tidak banyak yang golput. Saya menghimbau dan mengajak kepada para milenial supaya tidak golput dan memberikan suaranya kepada 01 kalau negara ini ingin maju,” urainya.

Seperti diketahui Chandra mengajukan rekomendasi kepada Satrio Wibowo jika terpilih nanti duduk di kebon sirih harus bisa memegang amanah warga Jakarta dengan baik.

“Tepati janji janji, jangan seperti yang sudah hanya umbar janji-janji. Saya minta kejujurannya Satrio Wibowo yang diutamakan, utamakan rakyat kecil, laksanakan janji yang tepat,” tegasnya.

Ditempat yang sama Lita Soewardi yang juga Bendahara Umum Alumni SMPN 12 Jakarta mengatakan, Satrio ini termasuk adik kita, saya merasa sebagai seniornya wajarlah kita membackupnya untuk maju. Teramat sangat bangga anak muda seperti dirinya bisa menujukkan identitasnya berani untuk tampil bahwa dia ingin menjadi bagian dari pemerintahan ini untuk memajukan tunas bangsa.

“Saya berharap sekali bahwa adik Satrio ini memang benar-benar bisa menepati janjinya untuk bisa menjadi bagian dari pemerintahan ini memajukan generasi muda.

Sejauh ini karena jaraknya jauh akan tahun kelulusannya, belum terlihat karena adik Satrio sewaktu di SMP kita sudah di SMA apa yang dilakukannya untuk andil dalam memajukan generasi muda ini,” terangnya.

Tak hanya itu tambah Lita dengan hal ini paling tidak kita tahu dia sudah memiliki niat baik. Niat baik saja sudah dicatat Allahurabb, semoga hal ini terpatri dalam hatinya untuk tidak ingkar janji.

“Sejauh ini seluruh angkatan alumni SMPN 12 lintas Angkatan, Alhamdulillah saat deklarasi yang tadinya kita perkirakan kisaran 300an yang hadir ternyata lebih dari 500 yang hadir. “Itu merupakan suatu kebanggan tersendiri bahwa apa yang kita kerjakan untuk membackup ataupun mensupport dukungan kita pada paslon 01 itu ternyata bisa di apresiasi oleh teman teman alumni yang lain,” imbuhnya.

Dikatakan Lita deklarasi yang kita lakukan tidak hanya bersifat seremonial belaka tapi lebih konkrit dan real.

“Kita tidak hanya sekedar deklarasi saja dengan sorak sorai suara saja tapi what the next apa yang harus kita lakukan berikutnya, salah satu contohnya adalah mungkin kami termasuk yang militan yang bisa grass road setia saat bahkan malampun saya kerjakan yang ada di video-video saya,” urainya.

Gerakan ini tambah Lita murni gerakan dari hati nurani para alumni untuk mendukung caleg muda yang punya visioner dan program mumpuni.

“Buat saya, bukan kami ingin menjadi sesuatu atau mengharapkan sesuatu, murni ini dari hati kami yang ingin membackup dan pilih orang benar, santun, amanah, beriman sesuai dengan keimanannya. Bukan orang yang memiliki iman tapi dia bohong dengan keimanannya,” terangnya.

Dikatakan Lita bahwa Adik Satrio kualitas dan kapabilitasnya sudah jelas, semoga menjadi insan yang amanah yang bersinergi dengan paslon 01.
Tujuan kita, Visi Misi kita terutama bagaimana kita mensuport 01, tapi disamping 01 dibawahnya ada caleg yang salah satunya adik kita Satrio Wibowo.Kita berharap sekali adik Satrio ini benar benar jadi pribadi yang amanah yang sesuai dengan komitmennya, itu nanti akan kelihatan sejalan dengan waktu yang akan membuktikan,” urainya.

Menurut Lita, Satrio bisa meniru gaya kepemimpinan Jokowi terbukti 4,5 tahun beliau memimpin memberikan bukti nyata dengan hasil kerjanya, kerja… kerja… kerja.

“Saya yakin Pak Jokowi adalah orang baik dan harus kita dukung dengan anggota dewan parlemen yang baik sehingga Pak Jokowi tidak tersandra. Kalau parlemen ini tidk diisi oleh partai pendukung Pak Jokowi maka akan tersandra,” terangnya.

Sementara itu Satrio Wibowo merespon dengan baik atas dukungan alumni SMP 12, saya menyambut baik dukungan yang diamanahkan kepada saya, Insya Allah amanah ini saya dengarkan dan akan saya perjuangkan aspirasi ini di dewan. Yang tadi dengan amanah yaitu yang namanya pemimpin harus muncul dari lambung rakyat yang tidak bisa di ujug-ujug pilih Satrio itu tidak bisa. Fikiran, hati dan ucapan itu harus satu nafas.Indonesia ini dimiskinkan oleh sistem.

“Misalkan, Jika sistem ini mau menjual monas dengan ketuk palu di DPR monaspun akan terjual. Sehingga saya rasa diperlukan anggota dewan yang amanah, yang namanya wakil rakyat mulai dari baju, celana, rumah dinas, kendaraan dinas semuanya itu dari rakyat,” ungkapnya.

Dikatakan Satrio sejujurnya kami ini adalah pelayan masyarakat, wakil dari rakyat.Strategi sekarang saya lakukan adalah sesuai dengan arahan Jokowi untuk blusukan ke kampung kampung menjelaskan hoax yang beredar dan jokowi terus difitnahkepada Jokowi, kita jelaskan bagaimana sosialisasi pencoblosan.

“Karena masih banyak di gras road itu masih tidak tahu surat suara warnanya seperti apa, pilpres warna surat suaranya seperti apa. Ini yang harus terus kita jelaskan disamping intimidasi, ketakutan bahwa ke mau TPS itu terjadi intimidasi. Kita harus memberi keyakinan bahwa Indonesia ini sudah merdeka, sudah menjadi sebuah hak bagi warga negara untuk menjalankan proses demokrasi ini,” imbuhnya.

Satrio menambahkan ini adalah pesta demokrasi, politik santun, poilitik riang gembira dan saya sangat apresiasi sekali alumni SMPN 12 ’84’01 ini membentuk sebuah olahraga yang sangat disentuh oleh milenial. Karena sejujurnya politik inilah berpesta, politik itu kita bergembira.

Disini kita berolahraga adalah mental sportifitas, kalah menang kita tetap menjunjung tinggi sportifitas sehingga tidak ada lagi yang namanya fitnah kepada Pak Jokowi ini yang saya harapkan.

“Semoga dengan kegiatan seperti ini para milenial itu bersatu dan bisa melihat hati nurani bahwa kami dari alumni SMPN 12 ini adalah seorang pekerja, pengusaha, para profesional, para ahli. Dan kami turun disini sebagai relawan yang mendukug Jokowi, karena beliau orang baik, bekerja hanya untuk keahlian dan kesejahteraan rakyat, dengan programnya yang jelas, dan inilah hijrah untuk Indonesia maju,” ungkapnya.

Dijelaskan Satrio, Jokowi sudah invest dengan infratruktur yang cukup luas dan juga cukup banyak. Periode kedua ini akan investasi di SDM. Infratruktur belum ada maka ekonomi disebuah wilayah itu tidak akan berjalan dengan baik.

Periode kedua ini sama sama mendukung Jokowi dengan Indonesia Maju visinya karena SDM ini dikunci utamanya yang nantinya bakal banyak investasi jutaan dollar di SDM.

“Saya yakin sekali langkahnya sudah benar tinggal kita dukung semuanya bersatu untuk memilih 01,”tuturnya.

Diharapkan Satrio tanggungjawab kita sebagai warga DKI Jakarta adalah kita harus menjelaskan berita hoax terciptanya di DKI Jakarta karena ini pengaruh dari pilkada sebelumnya bahwa agama Islam ini dikotak-kotakkan sehingga kita perlu tim tim militan seperti senior senior para alumni di SMPN 12 ini.

Mereka bergerak dengan hati. Kalau hati sudah bergerak jasadpun bergerak karena mereka melihat kebenaran sehingga berita hoax itulah yang muncul di DKI Jakarta. Orang orang grass road yang termakan isu agama karena mereka termakan dari jaman pilkada sehingga mereka ketakutan.

“Kita ini politisi yang bergembira, bukan politik menggunakan agama dengan ancaman, jual agama sehingga warga takut untuk memilih. Oleh karena itu kami muncul di grass road, sehingga rakyat memunculkan dirinya. Terbukti saat kami ke gang-gang mereka minta baju Jokowi dengan antusias sehingga kita terenyuh hatinya dan segera turun sampai minggu tenang sesuai aturan dan berdoa untuk Indonesia maju dan pilih yang terbukti,” tandasnya (han)