Bulan: Maret 2019

Satrio Wibowo Seorang Anak Muda Pelopor Koperasi Berbasis Digital Memberanikan Dirinya Terjun Ke Dunia Politik

Satrio Wibowo Seorang Anak Muda Pelopor Koperasi Berbasis Digital Memberanikan Dirinya Terjun Ke Dunia Politik

Otoritasnews.co.id, Jakarta – Sebenarnya terjadi rasa kejenuhan dalam berpolitik pada anak muda ini. Banyaknya carut marut, saling menjatuhkan para elit politik satu sama lain sehingga sebagai anak-muda ingin turut berkontribusi pada bangsa ini.

Satrio Wibowo seorang anak muda pelopor koperasi berbasis digital saat dijumpai awak media Otoritasnews.co.id mengatakan bahwa dirinya memberanikan diri mencalonkan menjadi anggota dewan di Jakarta, Kamis (7/3/2019).

Dikatakannya, pemimpin itu tidak hanya mempunyai sebuah jabatan tapi perlu memiliki kekuatan mentalitas, kapasitas dan Integritas.

“Banyaknya kasus kasus yang membuat anak muda ini antipati dengan politik di awali anggota DPRD Malang dengan korupsi berjamaah sebanyak 45 orang, ada juga anggota dewan yang terkena kasus narkoba,”
ucapnya.

“Semua hal tersebut menjadi kegundahan dalam dirinya, saya sebagai warga negara yang sederhana dalam keseharian memberanikan diri untuk mencalonkan diri menjadi anggota dewan dengan ide dan program-program saya yang murni dan menyentuh hati masyarakat,” ujarnya.

Semua proses yang dialami pada dirinya dijalaninya dengan semangat. Latar belakangnya adalah seorang profesional yang tidak ada kaitannya dengan dunia politik namun dirinya justru terjun ke dunia politik.

“Dirinya memberanikan diri mencalonkan dirinya terjun ke dunia politik untuk mengabdikan dan kembali ke masyarakat sebagai bentuk ibadah dalam berpolaitik nantinya mendapat kebaikan untuk umat yg lebih banyak,” ungkapnya.

“Program-program yang akan saya lakukan dan jalankan harus mengapresiasi suara umat itu sendiri, sehingga sebagai anak-anak muda yang ingin turut berkontribusi sebuah bangsa ini,” terangnya.

Menurutnya, Kompetitor para petahana ini, seorang incumbent yang tidak bisa dapat merawat konstituen nya dengan baik. Saya dapati di lapangan masih banyak keluhan setelah mereka menjadi anggota dewan, mereka tidak lagi sesering sebelumnya berkampanye untuk mengunjungi mereka, tidak ada lagi program-program yang menyentuh atau berkesinambungan, sehingga bagi saya para petahana ini sangat riskan, bahkan saya rasa sangat susah sekali untuk dipilih kembali?!.

Indikator nya disini , disaat kita terus mengunjungi masyarakat unyuk bertatap muka dengan para anggota dewannya terdapat akses komunikasi yg nyaman ,mereka dapat upprovetible, mereka berbicara dengan anggota dewan ini.

“Jadi parpol saya ini, Parpol ini dapat terus membawa suara rakyat yang memilih anggota dewan tersebut, jadi dipilih parpol yang benar membawa hak-hak rakyat kecil karena sampai saat ini masih terjadi perbedaan yang sangat luar biasa antara rakyat kecil dengan para elit,” imbuhnya.

Sehingga saya harus punya program yang independen diluar dari Partai Politik nantinya bisa bersinergi yang sifatnya memberikan nilai komunikasi dan kenyamanan para konstituen saya, tentunya publik yang memilih saya, salah satunya dengan program Koperasi berbasis Digital yang memilih wakil rakyat.

Rakyat perlukan akses dana ygPorosjakarta.com, Jakarta. Yang sebenarnya terjadi kejenuhan dalam berpolitik di anak muda ini , karena banyak hiruk pikuk, saling menjatuhkan aparat elit politik satu sama lain .sehingga sebagai anak-anak muda yang ingin turut berkontribusi sebuah bangsa ini.

“Maka untuk memberanikan diri mencalonkan menjadi anggota dewan ,Seorang Anak Muda Satrio Wibowo Pelopor Koperasi yang berbasis Digital sangat langka, ” Ucap Satrio ketika di wawancarai di Jakarta, Kamis (7/3/2019).

Kejadiaannya yang paling terakhir itu adalah pemimpin itu yang dimana tidak hanya sebuah Jabatan tapi perlu dengan Mentalitas, Kapasitas dan Integritas.

Satrio menuturkan ,”Banyak yang kasus kasus yang membuat anak muda ini antipati dengan politik, yang di awali anggota DPRD di Malang, dengan korupsi berjamaah 45 orang, ada lagi anggota dewan yang terkena narkoba”.

“Jadi semua ini menjadi istilah kegundahan di dalam hati saya, sehingga saya sebagai warga negara yang sederhana saya mencoba memberanikan diri untuk mencalonkan Anggota dewan , yg dimana program-program saya ini yang murni program yang menyentuh hati masyarakat , mengalami proses perenungan yang cukup lama karena yang latar belakang saya yang tadinya seorang profesional yang tidak kaitannya dangan politik, namun saya terjun dipolitik, sehingga banyak aspirasi masyarakat yang terus bertanya tanya.

“Kenapa seorang Satrio ini terjun ke dunia politik saya,” memberanikan menjawab itu yah politik untuk mengabdikan dan kembali ke masyarakat dan sebagian sebagai ibadah bagaimana politik itu mendapat kebaikan umat yg lebih banyak”.

Jadi program- program saya, harus mendekati suara umat itu sendiri , karna sejelas nya yang memberikan amanah kepada ke saya , “Insya Allah juga akan amanah untuk meletakan jabatan itu, saya demi suara umat.” Ujarnya.

” Kompetitor menurut saya para petahana ini, seorang incumbent yang tidak bisa dapat merawat konstituen nya dengan baik. Saya dapati di lapangan masih banyak keluhan setelah mereka menjadi anggota dewan, mereka tidak lagi sesering sebelumnya berkampanye untuk mengunjungi mereka, tidak ada lagi program-program yang menyentuh atau berkesinambungan, sehingga bagi saya para petahana ini sangat riskan, bahkan saya rasa sangat susah sekali untuk dipilih kembali”.

Indikator nya disini , disaat kita terus mengunjungi masyarakat bertatap muka dengan para anggota dewannya terdapat akses komunikasi yg nyaman ,mereka dpt upprovetible, mereka berbicara dgn anggota dewan ini.

” Jadi parpol saya ini, Parpol ini dapat terus membawa suara rakyat yg memilih anggota dewan tersebut, jadi dipilih parpol yang benar membawa hak-hak rakyat kecil karna sampai saat ini masih terjadi perbedaan yg sangat luar biasa antara rakyat kecil dengan elit elit politik yg di atas”.

Sehingga saya harus punya program yang independen diluar dari Partai Politik yang bisa bersinergi dan sifatnya memberikan nilai komunikasi dan kenyamanan para konstituen saya, tentunya yang memilih saya.salah satunya dengan program Koperasi berbasis Digital, yang memilih wakil rakyat.

Rakyat ini memerlukan akses dana yang mudah tanpa riba, kita berikan dana program bantuan buat mereka untuk berusaha dimana mereka tidak terbebani modal pokok yang dikembalikan.

Jadi konsep gotong royong ini yg ada di Founding Father kita inilah, yang harus kembalikan, akan kita gerakkan, kita tebarkan semangatnya. Saya yakin ini dapat membantu mereka yang memilih saya,”tutur Satrio KDI sebutan (Koperasi Digital Indonesia).

Jadi Koperasi ini berbasis Digital sehingga anak-anak muda yang ikut rata-rata lebih senior, anak- anak muda biasanya tidak mau ikut Koperasi, makanya saya buat yang berbentuk Digital, sehingga mereka yang bermain dunia Maya. Dengan mudahnya berkonsep secara digital, karena sudah banyak web digital , Video Conference, sehingga koperasi itu ada yang berbentuk system mereka saling bersinergi. Contoh nya, ketika membeli garam di Madura yang lebih murah dan terjangkau karena kerjasama antar Koperasi, dan juga beras dari petani sehingga tercapai sebuah market E- Commerce Koperasi direct buyer yang ada di perkotaan atau di lokasinya.

“100 hari pertama adalah program-program di 5 Kecamatan yang saya wakili kawasan Cilandak, Kebayoran Lama, Kebayoran Baru, Setiabudi dan Pesanggaran pertama adalah gerakan ekonomi kerakyatan yang menyeluruh ditingkat RW, Koperasi tingkat RW bersinergi dengan Tingkat RW yang lain. Kedua adalah program bantuan dana yang berbasis gotong royong yang dimana kita berikan 10 orang jika 1 orang tidak bisa membayar maka yang 9 orang akan menanggung. Koperasi rakyat tidak seperti kredit rakyat yang berbunga namun murni secara syariah tidak memberatkan para peminjam dana tersebut,” jelasnya.

Ada dapil yang menjadi konsen, di dapil ialah kasus tanah yang ada di kampung kirei , Kebayoran Baru, program kerja untuk Advokasi hukum yang tanahnya terzholimi perjuangkan hak-hak oleh Pemerintah, kita terus memperjuangkan kuasa hukum hak mereka di kampung kirei.

Telah banyak caleg kesana telah memberi janji dan terlihat apatis nya, telah lama bertahun-tahun mereka di janjikan. Saya sebagai anggota dewan harus bisa memberikan harapan itu ada, sehingga langkah konkret yang saya lanjutkan. Mereka memberikan surat kuasa untuk maju menangani kasus yang berada di kampung tanah Kirei.

Begitu juga dikampung Leuser kampung Pancasila, terlibat diskusi dengan mereka kasusnya sama dengan PDAM pada masa zaman Pak Ahok dulunya tercipta pak Ahok ingin menggusur Tahun 2016 Kasus mulai di permasalahkan.

Diberikan Ekosistem dimana Ekonomi itu mandiri dengan Visi kita Trisakti dengan kemandirian bidang ekonomi ekosistem berbasis digital kerakyatan ini sangat diperlukan masyarakat.

Visi saya melalui grand design saya kemandirian, Politik, Ekonomi dan Budaya, saya sangat yakin Ekonomi kuat, Politik Kita kuat dan Budaya DKI Jakarta ini harus di rawat dengan baik. kita bisa lihat Kebudayaan Betawi yang makin lama makin hilang, sehingga Kebudayaan- kebudayaan ini bisa kita bentuk,” harap Satrio.

Adanya Kebudayaan Betawi Pencak Silat daerah Lebak Bulus kalau kita olah dengan pendanaan Koperasi kita dapat profit untuk mengolah alat alat keperluan pencak silat sehingga menjadi ciri khas oleh-oleh Betawi.

“Perjuangan untuk menjadi anti riba harus dari diri sendiri, karena konsep anti riba masih melekat di dalam ekonomi dunia, melalui sembako murah lah yang saling bergotong royong untuk merubah sistem ekonomi yang anti riba,” tutupnya. (Guffe)

Satrio Wibowo: Wujudkan Jakarta Kemandirian Politik, Ekonomi dan Budaya

Satrio Wibowo: Wujudkan Jakarta Kemandirian Politik, Ekonomi dan Budaya

JurnalNusantara.com – Satu lagi pendatang baru, muda dan berprestasi mencoba peruntukannya di dunia politik dengan pertimbangan dan renungan yang matang.Tentu dengan cita-cita besar masuk menjadi anggota DPRD DKI (2019-2024).

Tantangan dan halangan sudah disiapkan dengam strategi yang cepat, tepat dan terukur.Tantang yang besar adalah mengalahkan para incumbent. Adalah Satrio Wibowo mencoba peruntukannya di dapil VII Jakarta (Cilandak,Kebayoran Lama, Kebayoran Baru, Pesanggrahan dan Setiabudi) melalui PDIP dengan program Koperasi Berbasis Digital (KDI).

Alasan Satrio KDI membaktikan dirinya di dunia politik sangat sederhana yakni karena carut marut dan kejenuhan anak muda akan politik terkini.

Tak pelak sebagai anak muda ingin berkontribusi dalam kancah perpolitikan di tanah air. Menjadi pemimpin itu menurut Satrio tidak hanya mempunyai sebuah jabatan tapi perlu memiliki kekuatan mentalitas, kapasitas dan Integritas. Benarkah?

“Banyaknya kasus kasus yang membuat anak muda ini antipati dengan politik di awali anggota DPRD Malang dengan korupsi berjamaah sebanyak 45 orang, ada juga anggota dewan yang terkena kasus narkoba,” ujar Satrio Wibowo Caleg DPRD DKI Dapil VII No Urut 10 kepada sejumlah media termasuk JURNALNUSANTARA.COM, belum lama ini di Jakarta.

Ketika disinggung apa motivasinya menjadi anggota dewan menurutnya karena ingin merubah karakter seorang pemimpin itu lebih melayani karena orientasi berpolitik adalah mensejahterakan masyarakat.

“Semua hal tersebut menjadi kegundahan dalam dirinya, saya sebagai warga negara yang sederhana dalam keseharian memberanikan diri untuk mencalonkan diri menjadi anggota dewan dengan ide dan program-program saya yang murni dan menyentuh hati masyarakat,” urainya.

Meski tidak ada darah politik dan berani keluar dari zona aman dirinya mengaku enjoy menjalan proses yang dialami dengan semangat dan mengalir karena mendapat restu dari istri yang selalu menopang karirnya. Berlatarbelakang profesional tidak menciutkan untuk bertarung di pileg 2019 meskipun tidak mudah berhadapan dengan incumbent.Namun disinilah tantangannya untuk membuktikan kiprahnya.

“Dirinya memberanikan diri mencalonkan dirinya terjun ke dunia politik untuk mengabdikan dan kembali ke masyarakat sebagai bentuk ibadah dalam berpolitik nantinya mendapat kebaikan untuk umat yg lebih banyak,” terangnya.

Kejenuhan dan ekspektasi masyarakat terhadap parpol khususnya anak tambah Satrio akan menjadi bekal khusus untuk menyodok para seniornya memperoleh dukungan kaum milenial dengan program koperasi digital yang lebih bisa diterima dan menyentuh mereka.

“Program-program yang akan saya lakukan dan jalankan harus mengapresiasi suara umat itu sendiri, sehingga sebagai anak-anak muda yang ingin turut berkontribusi sebuah bangsa ini,” imbuhnya.

Dikatakan Satrio masalah klasik bagi para incumbent adalah tidak bisa dapat merawat konstituen nya dengan baik. Sering saya jumpai dilapangan masih banyak keluhan setelah mereka menjadi anggota dewan, mereka tidak lagi sesering sebelumnya berkampanye untuk mengunjungi mereka, tidak ada lagi program-program yang menyentuh atau berkesinambungan, sehingga bagi saya para petahana ini sangat riskan, bahkan saya rasa sangat susah sekali untuk dipilih kembali. Bahkan indikatornya jelas, disaat kita terus mengunjungi masyarakat untuk bertatap muka dengan para anggota dewannya terdapat akses komunikasi yang nyaman ,mereka dapat upprovetible, mereka berbicara dengan anggota dewan ini.

“Jadi parpol saya ini, Parpol ini dapat terus membawa suara rakyat yang memilih anggota dewan tersebut, jadi dipilih parpol yang benar membawa hak-hak rakyat kecil karena sampai saat ini masih terjadi perbedaan yang sangat luar biasa antara rakyat kecil dengan para elit,” tuturnya.

Menurut Satrio KDI (Koperasi Digital In donesiai) perlukan program yang independen diluar dari Partai Politik yang nantinya bisa bersinergi yang sifatnya memberikan nilai komunikasi dan kenyamanan para konstituen saya, tentunya publik yang memilih saya, salah satunya dengan program Koperasi berbasis Digital yang memilih wakil rakyat.
Rakyat perlukan akses dana yang mudah tanpa riba, kita berikan dana program bantuan buat mereka untuk berusaha dimana mereka tidak terbebani modal pokok yang dikembalikan. Jadi konsep gotong royong ini yg ada di Founding Father kita inilah, yang harus kembalikan, akan kita gerakkan, kita tebarkan semangatnya.

“Saya yakin ini dapat membantu mereka yang memilih saya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Satrio mengatakan sebutan KDI bukan tidak ada alasannya.
Jadi Koperasi ini berbasis Digital sehingga anak-anak muda yang ikut rata-rata lebih senior, anak- anak muda biasanya tidak mau ikut Koperasi, makanya saya buat yang berbentuk Digital, sehingga mereka yang bermain dunia Maya. Dengan mudahnya berkonsep secara digital, karena sudah banyak web digital, Video Conference, sehingga koperasi itu ada yang berbentuk system mereka saling bersinergi. Contohnya, ketika membeli garam di Madura yang lebih murah dan terjangkau karena kerjasama antar Koperasi, dan juga beras dari petani sehingga tercapai sebuah market E-Commerce Koperasi direct buyer yang ada di perkotaan atau di lokasinya.

“100 hari pertama adalah program-program di 5 Kecamatan yang saya wakili kawasan Cilandak, Kebayoran Lama, Kebayoran Baru, Setiabudi dan Pesanggaran pertama adalah gerakan ekonomi kerakyatan yang menyeluruh ditingkat RW, Koperasi tingkat RW bersinergi dengan Tingkat RW yang lain. Kedua adalah program bantuan dana yang berbasis gotong royong yang dimana kita berikan 10 orang jika 1 orang tidak bisa membayar maka yang 9 orang akan menanggung. Koperasi rakyat tidak seperti kredit rakyat yang berbunga namun murni secara syariah tidak memberatkan para peminjam dana tersebut,” urainya.

Dikatakan Satrio ada dapil yang menjadi konsen, di dapil yakni kasus tanah yang ada di kampung kirei, Kebayoran Baru, program kerja untuk Advokasi hukum yang tanahnya terzholimi perjuangkan hak-hak oleh Pemerintah, kita terus memperjuangkan kuasa hukum hak mereka di kampung kirei. Telah banyak caleg kesana telah memberi janji dan terlihat apatis nya, telah lama bertahun-tahun mereka di janjikan. Saya sebagai anggota dewan harus bisa memberikan harapan itu ada, sehingga langkah konkret yang saya lanjutkan. Mereka memberikan surat kuasa untuk maju menangani kasus yang berada di kampung tanah Kirei.

Tak hanya itu dikampung Leuser kampung Pancasila, terlibat diskusi dengan mereka kasusnya sama dengan PDAM pada masa zaman Pak Ahok dulunya tercipta Pak Ahok ingin menggusur Tahun 2016 Kasus mulai di permasalahkan. Diberikan Ekosistem dimana Ekonomi itu mandiri dengan Visi kita Trisakti dengan kemandirian bidang ekonomi ekosistem berbasis digital kerakyatan ini sangat diperlukan masyarakat.

Disinggung grand design setelah duduk di kebon sirih adalah kemandirian, Politik, Ekonomi dan Budaya, saya sangat yakin Ekonomi kuat, Politik Kita kuat dan Budaya DKI Jakarta ini harus di rawat dengan baik. kita bisa lihat Kebudayaan Betawi yang makin lama makin hilang, sehingga Kebudayaan-kebudayaan ini bisa kita bentuk.

“Adanya Kebudayaan Betawi Pencak Silat daerah Lebak Bulus kalau kita olah dengan pendanaan Koperasi kita dapat profit untuk mengolah alat alat keperluan pencak silat sehingga menjadi ciri khas oleh-oleh Betawi,” urainya.

Belum lagi tambah Satrio gerakan anti riba harus terus di digalakkan karena eranya sudah bergeser ke syariah bukan konvensional lagi.

“Perjuangan untuk menjadi anti riba harus dari diri sendiri, karena konsep anti riba masih melekat di dalam ekonomi dunia, melalui sembako murah lah yang saling bergotong royong untuk merubah sistem ekonomi yang anti riba (han)

Pengakuan Jandi: Beasiswa Petronas Merubah Hidupnya

Pengakuan Jandi: Beasiswa Petronas Merubah Hidupnya

Kabartoday, Jakarta – Cerita mengenai pengalaman, kesan-kesan, kenangan dan juga tantangan yang dihadapi di tahun-tahun menjalani program beasiswa PETRONAS angkatan kedua ini mengalir lancar dalam perbincangan selama hampir 2,5 jam.

PETRONAS memulai program pemberian beasiswa untuk para lulusan Sekolah Menengah Atas pada tahun 2003. Jandi yang saat itu baru saja lulus dari sebuah SMA terbaik dan baru saja diterima di salah satu Universitas Negri terbaik juga di Surabaya memutuskan untuk menggunakan kesempatan beasiswa UTP guna melanjutkan pendidikannya.

Jandi yang dilahirkan di Jakarta, dan berasal dari keluarga tidak mampu ini dibesarkan oleh orangtua angkat dengan penuh haru dan penuh semangat. Berbagi pengalaman hidupnya yang berliku-liku, hingga bagaimana akhirnya ia berhasil merubah mindset dari ‘mencari uang untuk hidup’ menjadi ‘belajar yang benar sampai akhirnya mendapatkan nilai bagus untuk sukses.’

Dengan dukungan keluarga, terutama ibu dan ayah kandungnya, Jandi merasa telah membuat keputusan terbaik dalam hidupnya untuk memilih beasiswa UTP PETRONAS.

“Beasiswa dari PETRONAS membuka jalan untuk saya maju dan berkembang, dimana di masa pendidikan yang saya rasakan telah mengukir banyak hal. Saya juga diberikan kesempatan untuk memperlancar Bahasa Inggris sebagai Bahasa sehari-hari yang digunakan dalam belajar dan berkomunikasi. “

Cerita Jandi.

Dengan mengikuti berbagai kegiatan domestik dan internasional, dimana salah satunya adalah lomba debat internasional, merupakan langkah terbaiknya untuk mengikuti kesempatan ke luar Negri selama mendalami beasiswa dan mengikuti kegiatan UTP.

Salah satu program unggulan PETRONAS yang Jandi rasakan adalah program prakterk kerja di semester terakhir. Kesempatan magang di salah satu Perusahaan dan fokus untuk belajar bagaimana rasanya menjadi karyawan menjadi spirit Jandi.

Tujuan utama pemberian beasiswa UTP ini kata Jandi adalah menyiapkan lulusan mahasiswa siap kerja, melalui sistem dan praktek pendidikan yang hebat.

Keunggulan lain UTP yang Jandi rasa sangat bermanfaat adalah lengkapnya buku-buku penunjang proses belajar mengajar yang tersedia dan dapat dipinjam dari perpusatakaan kampus, dimana dosen pembimbing mereka juga secara konsisten memberikan waktu dan dukungan penuh untuk berdiskusi dan bertukar pikiran.

Lulus dari UTP, Jandi yang telah menyelesaikan program S1 nya dalam waktu 3,5 tahun di bidang IT ini sempat mendapatan penghargaan emas di TBA.

Kemudian Jandi memutuskan untuk memulai karir nya di salah satu Perusahaan servis kontraktor Minyak dan Gas bumi besar di Malaysia selama delapan tahun.

Karir dan promosi jabatan terus mengalir kepada dirinya, sampai akhirnya Jandi memutuskan menikah dan dikaruniai 3 orang anak.

Berjalannya waktu, Jandi memutuskan untuk membangun bisnisnya sendiri. Dengan menggandeng salah satu sahabat SMA nya, Jandi memulai Perusahaan pertamanya yang bergerak di bidang property, lalu membuka Perusahaan baru di dunia IT dan digital.

Bisnis dibidang IT dan digital inilah Jandi kemudian bekerjasama dengan pihak Rusia untuk mengembangkan salah satu sistem dengan menggunakan alat bantu drone dan laser yang di datangkan langsung dari Amerika dan Rusia.

Selanjutnya, Jandi juga memulai usaha di bidang sistem database di dunia Minyak dan Gas Bumi. Sistem ini menawarkan suatu metode pencarian dan pengumpulan data dengan menggunakan satelit dimana pemakaian alat dan metode itu sangat efisien dalam mengurangi waktu pengerjaan seismic, dari sekitar 3 tahun menjadi 6 bulan saja. Bahkan mampu mengurangi biaya sekitar 40% dari biaya yang sudah di anggarkan untuk pekerjaan yang sama.(Bbg)

Banyu Biru dan Guntur Romli, Anak Baru yang Bersinar di Dapil Jatim III

Banyu Biru dan Guntur Romli, Anak Baru yang Bersinar di Dapil Jatim III

jpnn.com, JAKARTA – Elektabilitas calon anggota legislatif (caleg) pendatang baru di daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur III mampu menyaingi para petahana. Setidaknya ada dua pendatang baru yang bersinar di dapil yang meliputi wilayah Banyuwangi, Bondowoso dan Situbondo ini.

Temuan survei Y-Publica menunjukkan Banyu Biru Djarot menyodok ke peringkat kedua dengan elektabilitas 7,4 persen. Sedangkan Guntur Romli dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meraih elektabilitas 4,6 persen. Kedua caleg pendatang baru tersebut hanya kalah dari caleg petahana PKB, Nihayatul Wafiroh (11,5 persen).

Banyu Biru merupakan politisi muda PDIP, putera dari Eros Djarot yang merupakan tokoh pendiri PDIP. Seperti halnya Banyu Biru, tingginya elektabilitas Guntur Romli tidak bisa dilepaskan dari pengaruh ayahnya yang berlatar belakang pesantren.

“Guntur Romli adalah putera dari KH Achmad Zaini Romli, pengasuh pondok pesantren Darul Aitam Ar-Romli,” ungkap Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono dalam siaran pers di Jakarta, pada Jumat (1/3).

Menurut Rudi, faktor tersebut salah satu yang membuat Guntur Romli mampu menguasai jaringan basis pemilih di kalangan Nahdliyin. Di sisi lain, dia juga populer karena sering tampil di televisi untuk mengomentari isu-isu terkini.

Hampir seluruh caleg petahana Dapil Jatim III maju kembali. Mereka adalah Nasim Khan dari PKB (4,0 persen), Hardisoesilo dari Golkar (2,6 persen), Sy Anas Thahir dari PPP (2,4 persen), Azam Azman Natawijana dari Demokrat (2,1 persen), dan Sumail Abdullah dari Gerindra (2,0 persen).

Caleg lainnya berlatar belakang anggota dewan di tingkat lokal maupun nasional. Misalnya, Eko Susilo Nurhidayat dari Gerindra (3,6 persen) dan Fadil Muzakki Syah maju dari Nasdem (3,5 persen).

Survei Media Tracking Sebutkan Gerindra dan PDIP Bersaing Ketat di Dapil VII DKI

Survei Media Tracking Sebutkan Gerindra dan PDIP Bersaing Ketat di Dapil VII DKI

Jakarta, HanTer – Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Media Tracking Indonesia di daerah pemilihan (Dapil) VII DKI Jakarta, Partai Gerindra dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bersaing ketat.

Dalam survei yang dilakukan pada Februari 2019 ini, Gerindra hanya unggul 0,40% dari PDIP.

“Dengan pertanyaan terbuka (top of mind), jika pemilihan umum legislatif untuk memilih partai politik Dapil DKI VII dilakukan pada hari ini, sebanyak 17,60% responden memilih Gerindra, 17,20% memilih PDIP,” ujar Evendi Sigalingging di Jakarta, Sabtu (23/2/2019).

Partai Keadilan Sejahtera (PKS), lanjut Evendi, menempati posisi ketiga dengan 7,45%.

“Demokrat 4,20%, Golkar 2,20%, PAN 1,90%, Hanura 1,70%, Perindo 1,52%, PPP 1,32%, PKB 1,27%, PSI 0,88%, Nasdem 0,78%, PBB 0,69%, Berkarya 0,79%, PKPI 0,59%, Garuda 0,29%. Jumlah responden yang belum memutuskan atau rahasia (swing voters) mencapai 40,23%,” jelas dia.

Sementara, calon anggota legislatif (caleg) dari PDIP Dapil VII, Gembong Warsono, meraih angka tertinggi dalam survei ini.

“Dengan pertanyaan tertutup, seandainya pemilihan calon anggota DPRD Dapil DKI VII dilakukan hari ini, maka 4,89 responden memilih Gembong Warsono, disusul Ashraf Ali caleg Golkar dengan 4,75%,” tuturnya.

“Di tempat ketiga ada nama caleg Gerindra Abdul Ghoni dengan 4,50%, kemudian caleg PKS Asmara Dewi 4,22 %, Nuraina dari Gerindra 3,72%, Mirza Zulkarnaen 3,50%, Satrio Wibowo (PDIP) 3,25%, Ichwan Zayadi 3,15%, Indrawati Dewi (PDIP) 2,98%, Umar (PKS) 2,85%, Rikardo (PDIP) 2,75%, Lucky Prihatta (Demokrat) 2,25%,” ungkap Evendi.

Menurutnya, estimasi perolehan kursi DPRD Dapil DKI VII diantaranya Gerindra dan PDIP masing-masing mendapatkan 3 kursi DPRD DKI Jakarta. Sedangkan Golkar, PKS, PAN, Demokrat masing-masing berpeluang mendapatkan 1 kursi.

Pengumpulan data survei ini dilakukan pada 8 – 14 Februari 2019. Metode sampling dengan multistage random sampling. Jumlah responden 400, wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. Margin of error +- 4,9%.

 

Sumber:

https://www.harianterbit.com/index.php/read/104091/Survei-Media-Tracking-Sebutkan-Gerindra-dan-PDIP-Bersaing-Ketat-di-Dapil-VII-DKI
http://www.bidikfakta.com/2019/02/hasil-survei-media-tracking-indonesia.html?m=1
https://dnewsradio.com/hasil-survei-media-tracking-indonesia-gerindra-dan-pdi-p-bersaing-ketat-di-dapil-vll-dki-jakarta/
http://m.tribunnews.com/nasional/2019/02/24/gerindra-dan-pdip-bersaing-ketat-di-dapil-vii-dki